( TULISAN KECILKU ) Kisahnyata yang aku Alami sendiri
KERETA API EKONOMI PASUNDAN
Cilacap Sabtu tgl - 07-12-2013 tepat pada Pukul / 11.01
Di dalam ( kereta Api Ekonomi Pasundan ) Aku berdiri di depan pintu gerbong ke enam kereta dan mencicipi sebatang Rokok sambil milihat-lihat pemandangan dan Ladang persawaan-nan luas yang barusaja di panen olah sang pemiliknya yang ada di sekeliling pedesaan di perbatasaan Jawa Barat dan JawaTengah ( Cilacap ) di situ di dalam gerbong ke enam itu kedua bola mataku melihat seorang Nenek tua rapuh yang bersusa paya menggendong karung tak lain di dalam karung yang digendongnya itu berisi barang dagangannya dia berjualan di dalam kereta yang aku tumpangi di hari itu , si nenek tua itu sembari menawarkan barang daganannya kepada penumpang yang ada termasuk juga diriku nenek itu sempat menawarkan buah yang di pegang olehnya, barang dagangannya adalah buah salak yang mungkin saja hasil panen dari kubun kecilnya , disaat itu juga aku melihat datangnya seorang petugas keamanan kereta ( Satpam ) dengan serangam lengkapnya dan memakai jaket kulit berwarna hitam pekat masuk kedalam gerbong ke enam dan meminta permisi kepadaku katanya , monggo masss... “ aku pun menyahut “ ya... silahkan Pak ‘ sambil bergeser dengan maksud memberikaan sedikit jalan untuk si petugas itu , dia berjalan tertuju kepada si Nenek tua yang sedang memikul barang dagangannya yang di taru dalam karung kusut yang berwarna putih kecoklatan akupun lepskan pandanganku dan melihat-lihat rell kereta yang terbentang panjang sejau mata memandang.
Tak lama kemudian terdengar suara yang keras yang keluar dari mulut si petugas tadi katanya ,” Nek cepatlah kamu turun dari kereta ini dan jangan lagi kamu datang kesini ataupun berjualan disini-disini bukan tempat untuk berjualan ,” kemudian sipetugas itu memegang tangan si Nenek dan menyeretnya agar cepat keluar dari kereta yang aku tumpangi , si nenek itu di seret sampai tepat di hadapanku orang-orang yang bereda di sekelilingku saat itu mereka hanya melihat dan mendengar, ocehan petugas kepada si nenek dengan bahasa daerah mereka yang tak lagi aku mengerti apa arti dari ocehatnya itu , yang lainnya hanya duduk diam dan pura-pura tidak mendengar atau mugkin saja mereka tidak mautau-menahu apa yang sedang terjadi di sekeliling mereka ,mataku sempat menangkap tingka yang lain ada juga yang membuang pandangan mereka sambil manikmati asap rokok yang di hisap oleh mereka dan melihat pemandangan di pinggiran pedesaat itu.
Pada saat si petugas menghentikan ocehannya terhadap si nenek itu
si nenek pun langsung saja membuang suaranya yang pelan dan halus kata yang di awal dengan kata maaf terhadap si petugas itu “ Maaf Nak jika aku ini salah tempat dalam mencari Rijki untuk mengganjal purut aku agar dapat menyambung hidupku di hari tua ku yang hanya sebentar ini dan juga tak lama di dunia “ di sambung dengan Istigfar Panjang dari bibir kusutnya yang telah di makan usia itu “ Astagfirullah Halajim....!!!
Aku hanya diam menatap wajah keriput nan polos dan bola mata yang telah berkaca-kaca dengan sidikt air mata yang terkumpul di bola matanya yang jujur itu . Si nenek terus mengucap Istigfar dan juga melontarkan “ nama Sang Halik , Sang pemberi Rijki , sang pemberi nafas , dan sang pemilik hidup darisegala kehidup disemesta ini ,” dengan suara - yang sedikit keras ”, Allah Huakbar , Subhanaulah , Lailahha Ilallah Masya Allah ,” Lalu –iya berkata kepada si petugas keamanan itu sembari memberikan sedikit pertanyaan kepada si petugas itu .
Hay.... !!!
Naak ...!!!
* Apaka kamu ini tidak sadar agar dapat mengucapkan istigfar dari mulutmu itu ?
* Apaka kamu tidak tau atau kamu hanya berpura-pura tidak mengenal siapa diriku ini ?
sampai-sampai kamu tega dan seberani - beraninya memasang dada kamu untuk melempari aku dengan ocehan – ocehan kamu ke aku Nak ...!!!
bahkan kamu dengan keberaniaanmu itu , kamu gunakan untuk mencacimaki aku seperti anjing peliharaan di rumah mu sendiri , apa kamu tau atau tidak ? Jika aku ini adalah satu orang perempuan tua bukan lagi wanita yang masi kecil. Diri perempuan tua ini tidak tau apa-apa tentang pereturan yang ada di dalam kereta api ini Bahkan ditenga banyak orang sekalipun kamu bersuara dengan keras dan juga merasa bangga dengan semua ucapanmu yang kotor itu aku melihat jelas di wajahmu dengan mata rabunku ini jelas - jelas terlihat oleh ku bahwa kamu merasa bangga karena telah memperbuaat aku sedemikian tadi .
Naak...!!!
Mungkin saja semua orang menganggap aku ini hanya satu orang nenek tua yang miskin tidak ada apa-apanya di banding dengana mereka dan juga posisimu yang menjadi seorang pengamanan di dalam kereta api ini , bisa saja mereka menganggap aku mengganjal perut ku dengan memakan - makanan dari hasil mengemis di jalanan dan mungkin saja mereka mengaggap aku ini binatang jalan yang hidup tidak bertuan dan sembarangan masuk di pekarangan rumah orang , sama persis seperti kamu memperlakukan aku dan menyeret-nyeret aku agar aku cepat-cepat bergegas turun dari kereta ini.
Naak ... !!!
kenapa hanya perempuan tua seperti aku yang kamu perlakukan seperti ini ?
bukankah masi banyak orang lain di sana yang berjualan barang dagangan mereka di dalam kereta ini ?
mengapa kamu tidak mengusir mereka seperti kamu mengusir ku tadi apakah mereka tidak senasip dan sejalan dengan diriku ini ?
aku baru saja sekali dalam hidupku berjualaan hasil kebunku di dalam kereta api dan aku di usir seperti bidatang oleh kamu Naak !!!
apakah mereka masuk kedalam kereta api ini tidak berjualaan dengan tujuaan utama mereka sebagai pencari rijki dari Gusti Allah melainkan hanya berteriak kosong tidak ada maksud menjuaal barang dagangan mereka.
bukanka mereka lebi berisik dari aku ... bukan ka mereka lebi memaksa kepada para penumpang kereta agar membeli barang mereka .....
sungguh tidak adil sikapmu terhadapa orang terhina seperti aku ini nak ...!!!
Naak ...!!!
Akan aku beritahukan satuhal kepeda mu dan aku berharap kamu dapat mengingatnya samapai kamu berjalan dan melangka tertati-tati di atas jalan yang seperti aku berada di posisinya skarang ini naak (di masa-masa Usia Tua ini ) .
aku ulangi-lagi kata si nenek itu semakin memper tegas dan semakin memperbesarkan suaranya langsung saja Si nenek melajutkan Ucapannya.
“ Asalkan kamu tau Naak ....
Aku si perempuan tua rapuh ini adalah Ibu’mu , akulah titipan sang wujud dari semua wujud ke ibuan yang ada di seluruh semesta ini, akulah ibu dari ibu’mu bahkan ibu dari semua ibu di alam ini ingat itu naak . Cukupkanlah ocehan kotor mu itu disini saja , di telinga orang tua rapuh ini , di orang tua yang pelinghina di mata mu ini naak ...
Jangan lagi kau ulangi di telinga dan wajah orang tua lain atau seorang ibu yang lain bahkan kepada siapapun sebab aku dan semua seisi Alam semesta ini adalah diri Sang Halik yang nampak , apaka kamu tau semua ini akan di kembalikan kepada yang memiliki hakikat dari semua hidup dan kehidupan ini , jadi janganlah kamu menyombongkan dirimu dengan keegois mu yang berlandaskan alasan ini pereturan dan perinta yang harus kamu jalankan namun keliruh apa yang telah kamu perbuwat terhadap diriku barusan tadi Ku monhon kepada kamu nak bersikaplah dengan yang sederhana yang bisa di terima oleh sesama mahluk jangan sampai kamu kualat dengan sikap-sikap kamu itu sendiri.“