Kumulai dari kekosongan dan kehampaanku ini
halaman demi halaman kertas telahku lalui
lembaran demi lembara telahku buka
satu-persatu sampai habis
amis, manis,pekat,pahit telahku rasa dan menikmati
semuanya
namun dimanaka engkau bermeditasi dan bersemayam selama ini
wahai cinta yang selalu berniaga dengan
kekosongan
nampakkan wajahmu yang berada didalam
kekosongan itu
seperti kata orang kamu tak dapat dilihat disentuh namun
aku dapat merasakan keberadaanmu
dan kamu berada dalam rasaku untuk aku
bersamamu
entah dimana tempatmu aku tak tau itu
di gelap,terang,redup,senyap hitam atau pun
putih
aku tak dapat memprediksi kannya
ataukah kamu berada di daging,tulang,darah
kulit ataupun
di urat nadi leherku aku pun tak perna tau itu
apamungkin kau berada di tempat yang lunak
yang di liputi oleh daging gerakan urat- bahkan
100 urat berada didalamnya
dan di
salurih oleh dara yang selalu mengalir deras
yakni (
hati ) kecil yang berada di dalam dadaku ini
sekali lagi aku tak pernah tau akan
keberadaanmu
Tunjukan dirimu padaku jangan engkau
berlama-lama
dengan kekosongan sebab aku ini sang pecandu cinta
yang telah lebur bersama bayang-bayangmu dan juga frustasi
ingin menikmati cinta darimu duhai maha cinta
dan sang pemilik cinta yang abadi dan kekal untuk selamanya
ijinkanlah aku sang penikmat cinta dan menjadi candu setiamu
agar aku takdapat keluar lagi dari tempat persemayammu.
Afrissal.Ghizbayo
Jogja- 01-01-2013

Tiada ulasan:
Catat Ulasan