Jika aku pergi tanpa pamitan kepadamu sayangku
mungkin itulah saat yang memisahkan aromah cinta
dari kesadaran antara aku dan kamu saat pertama melihatmu
aku tau kamu itu sang penikmat rasa cinta yang baru
pertama merasakan percikan api pertama yang menyalakan wilayah jiwamu
namun itulah satu hal yang biasa namun dia selalu ada disetiap penikmatnya
rasa cinta pada halaman pertama lembaran kisah para penikmat cinta kasih
itulah instrumen magis pertama yang di dengar pada duwai-duwai hening hati para pecinta
itulah saat sekilas yang menyampaikan nyayian jiwa pada telinga jiwa pecinta
itulah saat yang akan menghantarkan kita untuk melebur dengan segala rasa
itulah benih yang ditaburkan oleh Ishtar dewi cinta yang datang dari kesunyian
Itulah salah satu tempat tertinggi yang harus kau nikmati dan juga rasakannya
matamu dan mataku mengumpal-ngumpal semerbak air
yang ingin menerobos keluar danau agar dapat mengairi jerami-jerami kecil
begitu juga seperti aku da kamu tak dapat menata dengan rapih perasaan gelisa ini
yang selalu mengunta-ngunta di malam hari bersaman dengan
imajinasi agar aku dan kamu bisa saling mengenal labi dari hari kemarin
terkutuklah aku jika terusmenerus mencintai kamu Dewiku
karna aku bukanlah yang terpilih melainkan yang sedang menghinakan diri padamu
malaikat pun tak mampu menulis dalam garis-garis takdir yang ada
karna ia akan di cambuk bila mendustai tuhannya
disini engkau seperti bintang langit
aku selalu melemparimu untuk jatuh
tetapi batu itu kembali menebas dahiku
hingga bercucuran dara-dara peyaksian
rasa cinta yang bersebrangan dan tidak di restui
dalam catatan kisah cinta kasih dan sayang
Afrissal.Ghizbayo
Yogyakarta : 01 – 03-2013

Tiada ulasan:
Catat Ulasan